Sabtu, 18 Juni 2011

Mendapat Tempat yang mulia

Di antara bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada Allah adalah menjalankan dan menjaga amanah yang dipikulnya. Baik amanah yang berkaitan dengan kewajiban kepada Allah maupun kewajiban kepada sesama manusia. Perlu diketahui ,bahwa menjalankan  amanah dan menjaganya bukanlah perkara yang bisa dilakukan semudah membalik tangan . Allah telah menjelaskan tentang beratnya amanah di dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah(yaitu menjalankan perintah-perintah Allah  dan meninggal seluruh larangan-Nya) kepada seluruh langit dan bumi serta gunung-gunung.Maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia .Sesungguhnya manusia itu banyak berbuat zalim dan amat bodoh",(QS.Al-Ahzab;72). Anak-anak kita dan istri juga amanah ,kita harus bisa mendidik ,mengingatkan , menjaga dan mengarahkan untuk melaksanakan semua perintah Allah serta menjauhi semua larangan Allah.Terlebih lagi jika amanah itu berkaitan dengan sholat,sungguh bukanlah hal yang ringan.Menjadi imam sholat tentu harus menjaga amanah yang dipikulnya. Dia harus berusahasa menjadi orang yang bisa menjadi contoh dan panutan baik anak-anaknya,istri atau keluarga serta masyarakat dilingkungan dia tinggal.Karena sekali imam sholat mengingkari amanah yang diberikan , maka dosa yang akan ditanggungnya .Sebaliknya jika seseorang imam Sholat mengemban amanah dengan baik,maka dia akan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar